Minggu, 16 April 2017

bab1 pendahuluan makalah reog ponorogo



BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Masyarakat sekarang banyak meanggap kesenian reog hanya sebuah kesenian masa lalu yang kuat dengan aura mistik.Reog dapat di definisikan sebagai kebudayaan lokal asli warisan leluhur indonesia yang berasal dari kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Saat ini reog bukan hanya digunakan untuk acara ritual saja,  tapi bisa dijadikan sebuah prestasi yang membanggakan jika kita mau berkarya,  contohnya di tampilkan pada ajang kesenian nasional ataupun internasional.Namun sangat di sayangkan peluang ini tidak dimanfaatkan oleh sebagian besar generasi muda Indonesia.Yang sangat miris,  mereka lebih suka dengan kesenian modern,  daripada kesenian negara sendiri.
Reog Ponorogo merupakan kesenian khas daerah Ponorogo. Tapi apabila pemerintah dan masyarakat tidak berperan dalam melestarikannya,  kesenian ini akan cepat luntur.
Ada beberapa kesenian daerah yang hanya tinggal nama,  bahkan tidak di tampilkan lagi di berbagai pementasan,  karena sekarang lebih banyak yang di pentaskan adalah tarian tarian modern,  dan lain – lain.
Sekarang mungkin sanggar reog di Indonesia masih terbilang banyak,  tapi karena pesatnya perkembangan teknologi membuat orang lebih mudah menerima hal baru seperti dance untuk dipelajari daripada mempelajari reog khas Indonesia,  sehingga mungkin saja untuk 6-10 tahun yang akan datang reog Indonesia tidak lagi dikenal dan dilupakan.
Kesenianreog Ponorogosebagikeseniantradisional,penuhdengannilai-nilai historisdanlegendarisyang tumbuhdan berkembang sejakdahuluhingga sekarang.Bukansaja menjadikebanggaandaerahmelainkanmenjadikebanggaan nasional.Penyajiandanpenampilankesenianreog Ponorogodenganfiguryang penuhbatiniahdandilapisidenganmagisyang merupakanperpaduanantara lahiriahdanbatiniahsecara serasi,seimbangdantetaphidupberkembang dikalangan masyarakat Ponorogo.
Kesenian reog merupakansalahsatumodaldankekayaanbudayadi Jawa Timur.   Reog Ponorogo   telah   berkembang berabad-abad   lamanya  didaerah asalnya,  sehingga   merupakan  khasanah  budaya   nasional  yang  memiliki kedudukan khas dihati anggotamasyarakat Ponorogo.
Reog Ponorogomerupakankeseniantradisionalyang telahmewarnaidan mempunyaiperkembangancukuplamadidaerahini.Kesenian reog inimerupakan hasilbudidandaya danmerupakanlocalgeniusdarimasyarakatpendukungnya. Kesenianyang tumbuhdikalanganmasyarakatinimerupakantontonanyang digemari oleh masyarakat dari segalatingkat dan lapisan.
Suatuhalyang menonjoldidalampenampilankesenianreog Ponorogo sanggup danmampumemberikanhiburanyang segar,menggairahkanserta menimbulkansemangat.Kesenianinimemilikiatraksitariyangkhasdantidak adadidaerahlain.BerbedadenganKudaLumping daridaerahTulungagungatau daerahMagelang. Kudalumping inimengusungtema PanjiAsmaraBangundan Dewi Sekartaji, sedangkan reog memiliki sejarah tersendiri berdasarkan kota kelahirannya.Di  sampingitujugadapatdijadikanalatpenggerakmassa,karena iamampu menghimpunmasyarakat penonton.

B.            Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah yaitu “ Apa dan bagaimana Reog Ponorogo ? “.

C.           Tujuan Dan Manfaat
Tujuan penulis membuat makalah iniadalah agar pembaca mengetahui kesenian daerah, khususnya yang ada dalam reog seperti:
1.    Sejarah Reog
2.    Pementasan Reog.
3.    Tokoh – Tokoh dalam Reog.

Manfaat penulisan makalah ini adalah:
1.    Supaya masyarakat tahu dengan keseniaan khas daerahnya sendiri maupun daerah lainnya.
2.    Supaya masyarakat dapat menjaga keseniaan daerah.
3.    Supaya masyarakat mau melestarikan budaya daerah.


D.           Sistematika Penulisan
Pada Bab I, penulis menjelaskan tentang latar belakang makalah ini, rumusan masalah yang diambil dari latar belakang tersebut, serta tujuan dan manfaatnya, dan sistematika penulisan makalah ini.
Pada Bab II, penulis menjelaskan tentang apa itu reog ponorogo,  sejarah reog ponorogo, bagaimana pementasan reog ponorogo,  tokoh – tokoh dalam reog ponorogo.
Pada Bab III,  penulis menjelaskan tentang tempat/lokasi penelitian, informan sebagai narasumber,  teknik dan alat mengumpulkan data, dan teknis analisis data.
Sementara Bab IV, penulis menjelaskan tentang  jenis – jenis reog,  jenis – jenis langkah dalam reog, dan fungsi reog secara fisik atau non fisik.
Pada BAB V, penulis menjelaskan kesimpulan yang dapat diambil dan saran dari penulis sendiri.







0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda