bab1 pendahuluan makalah reog ponorogo
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Masyarakat sekarang banyak meanggap kesenian reog
hanya sebuah kesenian masa lalu yang kuat dengan aura mistik.Reog
dapat di definisikan sebagai kebudayaan lokal asli warisan leluhur indonesia
yang berasal dari kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Saat
ini reog bukan hanya digunakan untuk acara ritual saja, tapi bisa dijadikan sebuah prestasi yang
membanggakan jika kita mau berkarya, contohnya di tampilkan pada ajang kesenian
nasional ataupun internasional.Namun sangat di sayangkan peluang ini tidak
dimanfaatkan oleh sebagian besar generasi muda Indonesia.Yang sangat miris, mereka lebih suka dengan kesenian modern, daripada kesenian negara sendiri.
Reog Ponorogo merupakan kesenian khas daerah Ponorogo.
Tapi apabila pemerintah dan masyarakat tidak berperan dalam melestarikannya, kesenian ini akan cepat luntur.
Ada beberapa kesenian daerah yang hanya tinggal nama, bahkan tidak di tampilkan lagi di berbagai
pementasan, karena sekarang lebih banyak
yang di pentaskan adalah tarian tarian modern, dan lain – lain.
Sekarang
mungkin sanggar reog di Indonesia masih terbilang banyak, tapi karena pesatnya perkembangan teknologi
membuat orang lebih mudah menerima hal baru seperti dance untuk dipelajari
daripada mempelajari reog khas Indonesia, sehingga mungkin saja untuk 6-10 tahun yang
akan datang reog Indonesia tidak lagi dikenal dan dilupakan.
Kesenianreog Ponorogosebagikeseniantradisional,penuhdengannilai-nilai
historisdanlegendarisyang tumbuhdan berkembang
sejakdahuluhingga sekarang.Bukansaja
menjadikebanggaandaerahmelainkanmenjadikebanggaan
nasional.Penyajiandanpenampilankesenianreog Ponorogodenganfiguryang penuhbatiniahdandilapisidenganmagisyang
merupakanperpaduanantara lahiriahdanbatiniahsecara
serasi,seimbangdantetaphidupberkembang
dikalangan masyarakat
Ponorogo.
Kesenian reog merupakansalahsatumodaldankekayaanbudayadi Jawa Timur. Reog Ponorogo
telah berkembang
berabad-abad
lamanya
didaerah asalnya, sehingga merupakan khasanah
budaya nasional yang memiliki
kedudukan khas dihati anggotamasyarakat Ponorogo.
Reog Ponorogomerupakankeseniantradisionalyang telahmewarnaidan mempunyaiperkembangancukuplamadidaerahini.Kesenian reog
inimerupakan hasilbudidandaya danmerupakanlocalgeniusdarimasyarakatpendukungnya. Kesenianyang tumbuhdikalanganmasyarakatinimerupakantontonanyang digemari oleh
masyarakat dari
segalatingkat
dan lapisan.
Suatuhalyang menonjoldidalampenampilankesenianreog Ponorogo sanggup danmampumemberikanhiburanyang
segar,menggairahkanserta menimbulkansemangat.Kesenianinimemilikiatraksitariyangkhasdantidak adadidaerahlain.BerbedadenganKudaLumping daridaerahTulungagungatau
daerahMagelang. Kudalumping
inimengusungtema PanjiAsmaraBangundan
Dewi Sekartaji, sedangkan reog memiliki
sejarah
tersendiri
berdasarkan
kota kelahirannya.Di
sampingitujugadapatdijadikanalatpenggerakmassa,karena iamampu
menghimpunmasyarakat penonton.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah yaitu “ Apa dan
bagaimana Reog Ponorogo ? “.
C.
Tujuan
Dan Manfaat
Tujuan
penulis membuat makalah iniadalah agar pembaca mengetahui kesenian daerah, khususnya yang ada
dalam reog seperti:
1. Sejarah
Reog
2. Pementasan
Reog.
3. Tokoh
– Tokoh dalam Reog.
Manfaat
penulisan makalah ini adalah:
1. Supaya
masyarakat tahu dengan keseniaan khas daerahnya sendiri maupun daerah lainnya.
2. Supaya
masyarakat dapat menjaga keseniaan daerah.
3. Supaya
masyarakat mau melestarikan budaya daerah.
D.
Sistematika
Penulisan
Pada
Bab I, penulis menjelaskan tentang latar belakang makalah ini, rumusan masalah
yang diambil dari latar belakang tersebut, serta tujuan dan manfaatnya, dan
sistematika penulisan makalah ini.
Pada
Bab II, penulis menjelaskan tentang apa itu reog ponorogo, sejarah reog ponorogo, bagaimana pementasan
reog ponorogo, tokoh – tokoh dalam reog
ponorogo.
Pada
Bab III, penulis menjelaskan tentang
tempat/lokasi penelitian, informan sebagai narasumber, teknik dan alat mengumpulkan data, dan teknis
analisis data.
Sementara
Bab IV, penulis menjelaskan tentang
jenis – jenis reog, jenis – jenis
langkah dalam reog, dan fungsi reog secara fisik atau non fisik.
Pada
BAB V, penulis menjelaskan
kesimpulan yang dapat diambil dan saran dari penulis sendiri.
